ranjana.id – Teheran | Iran menegaskan tidak punya rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS), walaupun proposal penghentian konflik sedang ditinjau otoritas tertinggi Iran di Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan komunikasi yang terjadi tidak dapat diartikan sebagai negosiasi damai dengan AS.
“Pertukaran pesan melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS,” ujarnya, (dikutip Reuters, Kamis 26/3/2026).
Stasiun televisi pemerintah Press TV, menyebut Iran mengajukan lima tawaran balasan atas tawaran Amerika. Salah satunya tuntutan agar Teheran memiliki kendali atas Selat Hormuz yang jadi jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Presiden AS, Donald Trump sempat mengemukakan kemungkinan pengelolaan bersama Selat Hormuz oleh AS dan Iran, namun, tuntutan tuntutan kendali penuh Iran dinilai sulit diterima AS.
Iran juga meminta adanya ganti rugi atas kerugian perang, penghentian total serangan, jaminan tidak terulang kembalinya konflik, dan penghentian perang di semua front.
“Iran tidak menerima gencatan senjata. Tidak logis untuk memasuki proses seperti itu dengan pihak yang melanggar perjanjian,” tulis CNBC International. (Redaksi – 001)






