Pergerakan Penumpang Naik 9 Persen di H+2 Lebaran

Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Kemenhub, Sigit Widodo | Foto : Istimewa

ranjana.id – Jakarta | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pergerakan penumpang angkutan Lebaran 2026 mengalami peningkatan. Hingga H+2 Lebaran, jumlah penumpang naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Kemenhub Sigit Widodo mengatakan peningkatan terlihat sejak H+1 Lebaran. Data posko menunjukkan pergerakan penumpang terus bertambah.

Akumulasi pergerakan penumpang angkutan umum dari H-8 hingga H+1 mencapai 12,2 juta orang. Angka ini naik sekitar 9,47 persen dibandingkan Lebaran 2025.

“Tercatat sebanyak 12,2 juta orang dari H-8 sampai H+1,” ucap Sigit saat ditemui RRI di Posko Pusat Kemenhub, Jakarta 23 Maret 2026. Tahun sebelumnya jumlah penumpang tercatat sekitar 11,1 juta orang.

Selain penumpang angkutan umum, pergerakan kendaraan pribadi juga meningkat. Kendaraan yang masuk Jakarta melalui gerbang tol mengalami kenaikan signifikan.

Pada H+1 Lebaran, kendaraan yang masuk Jakarta tercatat 182.676 unit. Jumlah tersebut naik sekitar 17,97 persen dibandingkan tahun 2025.

Sementara pada 21 Maret 2026, kendaraan yang masuk Jakarta tercatat 122.074 unit. Kenaikan kendaraan menunjukkan arus balik mulai meningkat.

Untuk angkutan umum, jumlah keberangkatan juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret tercatat 873.916 penumpang berangkat menggunakan angkutan umum.

Sedangkan pada H+1 Lebaran jumlah penumpang angkutan umum mencapai sekitar 1,2 juta orang. Data tersebut menunjukkan tren peningkatan arus balik.

Sigit mengatakan puncak arus balik masih diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026. Tanggal tersebut merupakan H+3 Lebaran.

Ia pun mengutip data Jasa Marga yang memperkirakan sekitar 285 ribu kendaraan kembali ke Jabodetabek. Sigit menegaskan pemerintah menyiapkan strategi pengendalian lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan.

Strategi pengendalian dilakukan melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan transportasi. Tujuannya untuk menjaga kelancaran arus balik Lebaran.

Menurut Sigit, moda transportasi paling dominan saat arus balik adalah kendaraan pribadi. Setelah itu disusul kereta api dan transportasi penyeberangan.

Moda transportasi bus dan pesawat juga mengalami peningkatan penumpang. Namun jumlahnya masih di bawah kendaraan pribadi dan kereta api.

Sebelumnya Kemenhub juga telah mengimbau pemudik mengatur waktu perjalanan saat arus balik Lebaran 2026. Langkah ini untuk menghindari kepadatan pada puncak arus balik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan puncak arus balik diperkirakan terjadi 24 Maret 2026. Masyarakat diminta menghindari perjalanan pada tanggal tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik 24 Maret 2026,” ucapnya dalam keterangan tertulis Minggu 22 Maret, kemarin. Pemudik diminta kembali lebih awal atau setelah puncak arus balik. (*)