Menteri PPPA: Sekolah Rakyat Bangkitkan Harapan Anak Kurang Mampu

ranjana.id – Jombang |  Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan akses pendidikan. Karena itu, kehadiran program sekolah rakyat menjadi salah satu solusi membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan.

“Bagaimana Bapak Presiden ini tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa makan dan tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan. Karena itu, sekolah rakyat hadir sebagai solusi agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 5 April 2026.

Ia mengatakan, saat meninjau kegiatan Sekolah Rakyat, terlihat anak-anak mengikuti kegiatan belajar dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Arifah menuturkan, program tersebut memberi harapan bagi anak-anak yang sebelumnya merasa sulit melanjutkan pendidikan.

“Mereka merasakan bahwa program ini membangkitkan semangat mereka untuk meraih cita-cita. Anak-anak yang sebelumnya merasa mustahil melanjutkan sekolah, kini percaya diri meraih pendidikan berkat hadirnya program Sekolah Rakyat,” ucap Arifah.

Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar percaya diri dan memiliki cita-cita tinggi. Selain itu, Arifah mengingatkan para siswa agar tidak merasa rendah diri karena bersekolah di Sekolah Rakyat.

“Saya menyampaikan bahwa kalian adalah generasi masa depan Indonesia, calon pemimpin Indonesia di masa depan. Tanamkan cita-cita setinggi-tingginya dan manfaatkan proses belajar di Sekolah Rakyat ini,” kata Arifah.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo mengingatkan siswa memanfaatkan fasilitas dan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebaik-baiknya. Ia menegaskan, siswa tidak berjalan sendiri, karena didampingi dan dibimbing berbagai pihak agar berkembang optimal.

“Kita berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, kompetitif, dan berdaya saing. Para siswa diharapkan mampu menyerap setiap pembelajaran yang diberikan sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik,” kata Agus. (*)