Komnas HAM Dalami Dugaan Keterlibatan Pelaku Lain Dalam Kasus Andrie Yunus

Kantor Komnas HAM | Foto : Komnas HAM

ranjana.id – Jakarta | Komnas HAM mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian, menyebut pengumpulan informasi masih dilakukan hati-hati guna memastikan fakta.

“Kami sudah mendapatkan informasi itu, tetapi kami masih berkeyakinan bahwa di luar empat orang ini ada pihak lain. Karena itu kami masih terus mendalami,” kata Saurlin Siagian saat konferensi pers di kantor Komnas HAM Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Saurlin menyampaikan pendalaman dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya proses hukum lain bila ditemukan keterlibatan pihak tambahan. Ia menyebut pengumpulan fakta masih terus dilakukan secara hati-hati.

“Artinya jika memang ada pihak lain. Tentunya ada peluang proses peradilan lain untuk dilakukan,” ujarnya.

Saurlin menegaskan bahwa saat ini Komnas HAM masih berada pada tahap pengumpulan informasi dan verifikasi berbagai fakta yang diperoleh dari sejumlah sumber. Komnas HAM tidak menutup kemungkinan keterlibatan oknum dari institusi tertentu, namun dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman.

“Fokus kami adalah mencari informasi terkait keterlibatan pihak lain selain empat orang yang sudah disebutkan. Kami sedang mengumpulkan fakta-fakta dan melakukannya dengan sangat berhati-hati,” katanya.

Ia menambahkan, semua informasi yang diperoleh akan diverifikasi secara menyeluruh sebelum disampaikan kepada publik. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kebenaran fakta dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) mengungkapkan kondisi Aktivis HAM Andrie Yunus yang masih menjalani perawatan medis. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan Andrie Yunus saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

“Hari ini sekitar pukul 10.00 sudah dilakukan operasi kelima oleh tim dokter RSCM kepada Mas Andrie. Kondisi dari mas Andrie mulai menunjukkan perkembangan yang lebih stabil setelah menjalani serangkaian tindakan medis,” kata Dimas Arya saat diwawancarai awak media di kantor KontraS Jakarta Pusat, Selasa, 7 April 2026.

Meski demikian, Dimas mengungkapkan bahwa tim medis masih memantau secara ketat kondisi mata kanan Andrie yang dilaporkan mengalami penurunan. Dimas menambahkan Andrie hingga kini masih menjalani perawatan di ruang High Care Unit (HCU) RSCM. (*)