BUMD Lampung Selatan Maju Gelar FGD Dengan BUMDes Se Lampung Selatan

Peserta FGD BUMD Lampung Selatan Maju Dengan BUMDes Se-Lampung Selatan | Foto : ranjana.id

ranjana.id – Lampung Selatan | BUMD Lampung Selatan Maju menegaskan transformasinya sebagai entitas bisnis daerah yang berorientasi jangka panjang melalui penguatan kolaborasi strategis dengan 25 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi dan Focus Group Discusion BUMD–BUMDes yang digelar di D’Sas Cafe & Resto, Way Urang, Kalianda, pada Kamis, 29 Januari 2026. Dan difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Lampung Selatan Erdiansyah beserta jajaran, Direktur Utama BUMD Lampung Selatan Maju Baiquni Aka Sanjaya, Direktur Operasional Ami Mahzumi, jajaran manajemen BUMD, serta 25 kepala desa dan 25 Ketua BUMDes Se Lampung Selatan.

Direktur Utama BUMD Lampung Selatan Maju, Baiquni Aka Sanjaya, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari roadmap transformasi BUMD dalam membangun fondasi ekonomi daerah berbasis desa.

“BUMD Lampung Selatan Maju tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi. Kami memposisikan BUMD sebagai penghubung antara potensi ekonomi desa, tata kelola usaha yang profesional, dan akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.
 
Dalam kerangka kerja sama tersebut, BUMD Lampung Selatan Maju siap mengambil peran sebagai investor, distributor, agregator, dan offtaker bagi unit usaha BUMDes.

“BUMDes kita posisikan sebagai mitra strategis sekaligus pilar ekonomi lokal yang berperan sebagai agen distribusi, pengelola usaha bersama, dan pengembang potensi unggulan desa. Hal ini untuk memperkuat kapasitas usaha BUMDes agar mampu tumbuh secara profesional dan berdaya saing,” kata Baiquni.
 
Kepala Dinas PMD Lampung Selatan, Erdiansyah, menegaskan bahwa sinergi antara BUMD dan BUMDes merupakan langkah penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi desa.

“Dari 256 desa di Lampung Selatan, sekitar 70 persen BUMDes telah berbadan hukum. Kehadiran BUMD sebagai holding BUMDes menjadi peluang besar untuk memperkuat tata kelola usaha, memperluas skala bisnis, serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa,” jelasnya.

Melalui strategi kolaboratif ini, BUMD Lampung Selatan Maju menegaskan komitmennya untuk menjadi arsitek pertumbuhan ekonomi desa di Lampung Selatan, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis desa. (Redaksi)