Itera Demonstrasikan Simulasi Letusan Gunung Api Dan Mitigasi Bencana

Simulasi Letusan Gunung Api | Foto: Itera

ranjana.id – Metro | Fenomena letusan gunung api diperkenalkan melalui demonstrasi sains interaktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Sains Seru, Bencana Kita Kenali” di Pasar Yosomulyo Pelangi (PAYUNGI), Kota Metro, Lampung.

Kegiatan yang digelar Program Studi Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera), ini mengajak masyarakat mengenal proses terjadinya letusan gunung api melalui peragaan sederhana. Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu masyarakat memahami konsep sains yang berkaitan dengan fenomena alam.

Koordinator Program Studi Fisika Itera, Dr. Tri Siswandi Syahputra, S.Si., M.Si., mengatakan, edukasi sains perlu disampaikan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami masyarakat.

“Pemahaman mengenai fenomena alam tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu masyarakat mengenali potensi bahaya dan memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana,” Ucapnya dilansir dari Itera, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan penjelasan mengenai fenomena gunung api, potensi bahayanya, serta langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Materi disampaikan secara komunikatif agar dapat dipahami berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan generasi muda.

Demonstrasi simulasi letusan gunung api menjadi salah satu bagian utama kegiatan. Melalui peragaan visual, masyarakat diajak mengenali proses vulkanisme sekaligus menghubungkan konsep ilmiah dengan fenomena alam yang terjadi di lingkungan sekitar.

Selain memahami proses terjadinya letusan, masyarakat juga diperkenalkan pada pentingnya mengenali risiko bencana, meningkatkan kewaspadaan, dan mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Pemilihan Pasar Yosomulyo Pelangi sebagai lokasi kegiatan memungkinkan penyampaian pengetahuan sains secara langsung di ruang publik yang dekat dengan aktivitas masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Prodi Fisika Itera berharap pendekatan sains interaktif dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fenomena gunung api sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana. (*)