ranjana.id – Lampung Selatan | Gapoktanhut Wono Asri Pematang Baru menyelenggarakan Pelatihan Berseri Teknik Stek Alpukat Siger (28/6/2026) sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menghasilkan bibit unggul serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Palas, petani, kelompok perempuan, generasi muda, serta anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.
Desa Pematang Baru merupakan salah satu desa yang telah memperoleh izin pengelolaan kawasan hutan melalui Skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bagian dari Program Nasional Perhutanan Sosial. Melalui skema ini, masyarakat diberikan akses legal untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga fungsi ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan Teknik Stek Alpukat Siger yang digelar oleh Gapoktanhut Wono Asri Pematang Baru mendapat dukungan dari DANA NUSANTARA, sebagai bagian dari pelaksanaan program yang didampingi oleh Lembaga Wanacala Lampung bersama WALHI Lampung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memperbanyak bibit Alpukat Siger yang berkualitas sebagai komoditas unggulan di kawasan Hutan Kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Camat Palas, Ibu Ns. Rosalina, M.Kep., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya petani, agar memiliki kemampuan memperbanyak bibit unggul secara mandiri sehingga dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan keluarga.
“Pelatihan berseri teknik stek Alpukat Siger ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Saya berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat serta mendukung kelestarian kawasan hutan,” ujar Camat Palas.
Beliau juga mengajak para petani dan generasi muda untuk terus semangat belajar, berinovasi, serta memanfaatkan Program Perhutanan Sosial sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak hutan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini juga sejalan dengan Program Bupati Lampung Selatan, yaitu Desa HELAU. Desa HELAU merupakan program pembangunan desa terpadu yang berfokus pada lima pilar utama, yaitu Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul. Melalui kegiatan seperti ini, kita bersama-sama mewujudkan desa yang bersih, asri, produktif, berbudaya, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktanhut Wono Asri Pematang Baru, Samsul Bahri, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas anggota kelompok tani hutan dalam mengembangkan komoditas unggulan berbasis kehutanan sosial.
“Selain pelatihan teknik stek Alpukat Siger, kami juga melakukan penanaman bibit Alpukat Siger, bibit gaharu, bibit jati, bibit sengon, dan bibit pinang dengan melibatkan petani, kelompok perempuan, anak muda, serta Camat Palas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan Hutan Kemasyarakatan Register 1 Way Pisang, mendukung rehabilitasi lahan, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan keanekaragaman hayati, sekaligus menciptakan sumber pendapatan masyarakat melalui pengembangan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Samsul Bahri.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan semangat gotong royong dan kolaborasi dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Melalui pelatihan berseri dan kegiatan penanaman pohon ini, Gapoktanhut Wono Asri Pematang Baru berharap dapat memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendamping, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Register 1 Way Pisang yang produktif, lestari, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya Program Desa HELAU di Kabupaten Lampung Selatan. (Redaksi-011)






