Desa  

Desa Sidoharjo Gelar Rembug Stunting 2026, Satukan Kolaborasi Untuk Desa HELAU

Rembug Stunting Desa Sidoharjo,Way Panji Lampung Selatan | Foto: ranjana.id-004

ranjana.id – Zapopan | Pemerintah Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kegiatan Rembuk Stunting yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, hingga kader pemberdayaan masyarakat, Senin (29/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olah Raga Desa Sidoharjo itu dihadiri Kepala Desa Sidoharjo, Camat Way Panji Raden Permata Marga, unsur UPT se-Kecamatan Way Panji, Kepala KUA, Bhabinkamtibmas, kader Posyandu, kader PKK, BPD, serta aparatur desa.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sidoharjo, Marjana mengungkapkan, hingga saat ini desanya terus berupaya menekan angka stunting dengan memperkuat kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan partisipasi aktif masyarakat.

Meski belum ditemukan kasus stunting, pihaknya tetap memberikan perhatian serius terhadap balita yang masuk kategori berisiko agar kondisinya tidak berkembang menjadi stunting.

Menurut Marjana, pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan Posyandu untuk melakukan pendampingan, pemantauan tumbuh kembang, serta pemenuhan gizi bagi anak-anak yang berisiko.

“Dengan adanya warga yang berisiko stunting, maka menjadi penting jalin kerjasama yang baik semua pihak termasuk saat ini ada juga program MBG yang salah satu tujuannya adalah untuk memingkatkan gizi bagi anak,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Way Panji, Raden Permata Marga, S.H mengapresiasi, komitmen Pemerintah Desa Sidoharjo dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan stunting sejak dini.

Ia berharap, hasil rembuk stunting dapat memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat. Sehingga dapat menekan angka balita yang beresiko stunting di wilayah tersebut.

“Hari ini kami menghadiri Rembuk Stunting di Desa Sidoharjo. Kami berharap stunting di wilayah ini terus menurun dan upaya pencegahan semakin maksimal. Selain itu, pentingnya menekan angka pernikahan dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Raden Permata Marga juga mengajak seluruh kader Posyandu, kader PKK, aparatur desa, hingga masyarakat untuk bersama-sama mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, yakni Desa HELAU.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat masyarakat.

“Penurunan angka stunting ini tergantung dari lingkungan kita sendiri. Karena itu masyarakat harus sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Raden Permata Marga, menegaskan, gerakan Desa HELAU harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga, kemudian diperluas ke fasilitas umum dan seluruh wilayah desa dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Desa HELAU ini dimulai dari rumah kita sendiri, lingkungan kita sendiri, fasilitas umum, hingga seluruh lingkungan desa. Ini harus dimulai dari aparatur desa, RT, dan seluruh kader. InsyaAllah Desa Sidoharjo dapat menjadi salah satu desa HELAU terbaik,” pungkasnya. (Redaksi-004)