Pemprov Lampung Sebut Stabilitas Harga Panen Perkuat Ekonomi Rakyat

Petani Di Sawah | Foto: Istimewa

ranjana.id – Bandar Lampung | Kebijakan proteksi harga komoditas pertanian di tingkat produsen yang diterapkan pemerintah mulai membuahkan hasil positif. Langkah intervensi ini secara nyata berhasil meningkatkan kesejahteraan harian para petani tradisional di pedesaan.

Stabilitas harga jual hasil panen menjadi kunci penting dalam memutus rantai kemiskinan struktural di sektor agraris. Formula perlindungan ini didesain agar petani mendapatkan keuntungan proporsional dari setiap jerih payah keringat mereka.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mencontohkan harga pembelian gabah kering panen saat ini telah sukses menyentuh angka Rp6.500 per kilogram. Nilai jual tersebut memberikan ruang keuntungan yang jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan modal produksi tanam.

Peningkatan omzet berkali lipat ini secara otomatis langsung merangsang pertumbuhan daya beli masyarakat di tingkat kecamatan. Dampak positifnya terlihat jelas pada lonjakan angka penjualan kendaraan bermotor yang naik hingga 30 persen di daerah.

“Kalau kita bisa meningkatkan produktivitas, maka daya beli masyarakat hingga pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdorong,” kata Rahmat Mirzani Djausal, Selasa 26 Mei 2026.

Sektor pertanian tercatat memberikan kontribusi besar senilai Rp150 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Lampung. Angka persentase sumbangan ini setara dengan 28 persen dari total kue ekonomi daerah secara keseluruhan.

Perbaikan tata niaga ini sekaligus mengakhiri masa kelam saat harga komoditas selalu jatuh setiap musim panen raya tiba. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen penuh untuk terus mengawal skema perlindungan harga ini secara konsisten.

Peningkatan pendapatan petani diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi roda perekonomian makro di Lampung. Kesejahteraan agraria yang kokoh akan menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan di seluruh wilayah perdesaan. (*)