ranjana.id – Bandar Lampung | Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) PMII Komisariat Malahayati melakukan audiensi dan pembahasan mengenai peran KOPRI dan peran Satgas PPKPT untuk bersinergi menurunkan tingkat kekerasan di lingkup kampus. Senin, (11/5/2026) lalu.
KOPRI bersama Satgas PPKPT hadir untuk mengupayakan yang terbaik bagi korban – korban kekerasan, serta memilki perlindungan dan hak rasa aman, nyaman di lingkungan kampus Universitas Malahayati.
Putri Rahayu, Ketua KOPRI PMII Komisariat Malahayati menginisiasikan program “KOPRI respect & protect atau KOPRI menghormati dan melindungi”, didalam pembahasan itu KOPRI menjadi wadah dan berperan dalam melindungi korban kekerasan.
Sementara itu, Ketua Satgat PPKPT Rika Yulendasari, mengapresiasi dan menanggapi baik audiensi dan pembahasan dari rekan – rekan KOPRI PMII Komisariat Malahayati.
“Kita perlu bersama -sama berkolaborasi antara Sagtas dengan KOPRI PMII dalam mensosialisasikan dan memperkenalkam adanya Satgas PPKPT kepada seluruh mahasiswa Universitas Malahayati,” ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut di hadiri juga oleh pengurus Satgas PPKPT yakni ibu Ani, ibu Ayu dan ibu Puja Nur Kholinah serta pengurus KOPRI PMII Komisariat Malahayati antara lain Indah liana, Aisyah, Suci Indah Lestari, Zavina Hudaini, Derika, Okta Nursadia dan Rohmah. (*)






