ranjana.id – Bandar Lampung | Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan rencana pemanfaatan dan optimalisasi aset daerah dalam rangka pengembangan kawasan Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim menjadi super hub terpadu.
Langkah tersebut tidak hanya difokuskan pada fungsi olahraga, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kawasan tersebut dirancang menjadi ruang publik yang mengintegrasikan aktivitas olahraga, seni, dan pariwisata.
Waketum II KONI Lampung, Riagus Ria mengatakan, sejumlah pemangku kepentingan turut dilibatkan dalam pembahasan, mulai dari DPRD, perbankan, perusahaan, hingga perguruan tinggi. Kehadiran pihak seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bank Lampung menunjukkan adanya peluang kolaborasi lintas sektor, termasuk pendanaan dari pihak ketiga.
“Konsep pengembangan PKOR Way Halim nantinya tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga, tetapi juga kawasan kuliner, ruang pertunjukan seni, dan destinasi wisata keluarga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga menikmati aktivitas ekonomi dan hiburan,” ucapnya melalui WhatsApp, Rabu 8 April 2026.
Dalam pembahasannya, Pemprov juga membuka opsi pembiayaan di luar APBD, termasuk melalui skema kerja sama dengan pihak swasta. Salah satu opsi yang kembali disinggung adalah mekanisme tukar guling aset, seperti rencana sebelumnya terkait GOR Saburai dengan pihak swasta.
Perencanaan teknis pengembangan kawasan ini saat ini masih disusun oleh Bappeda Lampung, termasuk skema bertahap untuk renovasi dan penataan fasilitas yang ada.
Dirinya berharap, pengembangan PKOR Way Halim sebagai super hub dapat segera direalisasikan, sehingga mampu menjadi pusat olahraga sekaligus penggerak ekonomi baru di Provinsi Lampung. (*)






