Tim Gabungan Tinjau Dan Tanam Pohon Di Titik Longsor Gunung Rajabasa

Penanaman Pohon Dititik Longsor | Foto : ranjana.id - 011

ranjana.id – Lampung Selatan | Tim gabungan yang terdiri dari KPH Way Pisang, LPHD Sumur Kumbang, KUPS Leuweung Kolot, Sispala LGH SMA Ma’arif 1 Sukatani, Wanacala Lampung, dan ranjana.id melaksanakan kegiatan peninjauan sekaligus penanaman di titik longsor Register 3 Gunung Rajabasa, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan yang dilaksanakan pada hari yang sama. Inisiatif kegiatan digagas oleh Kanit Polhut KPH Way Pisang, Yanto, sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi longsor yang sempat viral di media sosial beberapa waktu terakhir.

Tim gabungan menempuh perjalanan kurang lebih 3 kilometer dari Desa Sumur Kumbang menuju lokasi titik longsor. Setibanya di lokasi, dilakukan pengukuran oleh tim yang terdiri dari KPH Way Pisang, Gakkum Kehutanan Provinsi Lampung, serta unsur lainnya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa panjang timbunan material longsor mencapai sekitar 60 meter, panjang tebing longsor 40 meter, dan lebar longsoran sekitar 20 meter.

Dalam peninjauan kedua ini, tim juga melakukan upaya mitigasi bencana dengan menanam sebanyak 100 batang pohon yang terdiri dari jenis kiara, aren, ketapang hutan, tuba, beringin, langkap, dan mengkudu. Penanaman ini diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan mencegah potensi longsor susulan di kawasan tersebut.

Wahyudi Kurniawan, Kepala KPH Way Pisang, memberikan arahan kepada Kanit Polhut KPH Way Pisang, Yanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah mitigasi bencana sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa masyarakat, khususnya di wilayah Kalianda dan sekitarnya, tidak perlu terlalu khawatir karena lokasi longsor berjarak kurang lebih 3 kilometer dari permukiman dan terhalang oleh bukit serta aliran siring.

Ia juga menjelaskan bahwa longsor terjadi di kawasan zona inti hutan lindung Gunung Rajabasa dan disebabkan oleh faktor alam, bukan akibat aktivitas manusia. Hal ini diperkuat dengan kondisi lokasi yang saat ini telah mulai ditumbuhi vegetasi alami, yang menandakan bahwa kejadian longsor telah terjadi beberapa waktu lalu.

Tim Gabungan Yang Terdiri Dari KPH Way Pisang, LPHD Sumur Kumbang, KUPS Leuweung Kolot, Sispala LGH SMA Ma’arif 1 Sukatani, Wanacala Lampung, dan ranjana.id | Foto : ranjana.id - 001Lebih lanjut, Yanto, menyampaikan bahwa kegiatan peninjauan dan penanaman akan kembali dilaksanakan untuk ketiga kalinya pada Sabtu, 4 April 2026, yang rencananya akan dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan dengan melibatkan berbagai unsur, seperti pemerintah daerah, TNI/Polri, BPBD, tokoh adat, organisasi masyarakat, serta media.

Sementara itu, Ketua KUPS Leuweung Kolot, Dedi Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan langkah awal dalam upaya pencegahan longsor. Ia menegaskan bahwa lokasi longsor merupakan kawasan zona inti yang tidak terdapat aktivitas pertanian maupun pembukaan lahan oleh masyarakat.

“Upaya kecil yang kami lakukan hari ini semoga dapat memberikan dampak besar ke depan, sehingga tidak terjadi lagi longsor di kawasan ini,” ujarnya.

Dari unsur pelajar, Ketua Sispala LGH SMA Ma’arif 1 Sukatani, Saka Maulana, menyampaikan bahwa keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami ingin berkontribusi langsung dalam mitigasi bencana dengan melakukan penanaman di titik longsor. Harapannya, pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menjadi penahan alami agar tidak terjadi longsor di masa mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian kawasan hutan lindung sekaligus sebagai langkah konkret mitigasi bencana di wilayah Gunung Rajabasa. (Redaksi-011)