Dinas PMDT Lampung Fokus Tingkatkan Kapasitas SDM BUMDes

ranjana.id – Bandar Lampung | Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung menitikberatkan program penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada sektor pelatihan dan pembinaan manajemen. Langkah ini diambil guna menyiasati belum adanya alokasi anggaran untuk penambahan modal usaha langsung kepada ribuan BUMDES yang tersebar di wilayah Lampung.

Kepala Dinas PMDT Lampung, Saipul, menjelaskan bahwa meskipun anggaran yang tersedia terbatas, pemerintah tetap berkomitmen memberikan dukungan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Fokus pembinaan akan diarahkan pada unit-unit usaha yang memiliki potensi besar agar mampu naik kelas dari kategori berkembang menjadi maju.

Anggaran pembinaan yang dikelola dinas saat ini difokuskan pada penguatan tata kelola keuangan dan strategi kemitraan bisnis bagi para pengurus di tingkat desa. Hal ini dilakukan agar target penambahan 15 BUMDES maju setiap tahunnya dapat terealisasi meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

“Anggaran kita fokuskan ke situ agar target 15 BUMDES maju setiap tahun bisa tercapai,” ujar Saipul, Senin 16 Maret 2026.

Menurut Saipul, kunci keberhasilan BUMDES tidak selalu bergantung pada besaran modal, melainkan pada kemampuan pengelola dalam memberdayakan potensi lokal yang ada. Pihaknya terus mendorong agar pengelola desa lebih jeli dalam melihat peluang usaha, mulai dari sektor pertanian, wisata, hingga pengelolaan sampah.

Dinas PMDT Lampung juga berupaya mencari alternatif lain melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk membantu akses pembiayaan di masa depan. Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu menciptakan kemandirian bagi pengurus BUMDES agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

Peningkatan status BUMDES menjadi kategori maju dianggap krusial karena akan berdampak langsung pada Pendapatan Asli Desa (PADes). Melalui manajemen yang profesional, BUMDES diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat desa di Lampung. (*)