ranjana.id – Di tengah harga bahan bakar minyak (BBM) yang tak menentu, memiliki motor yang irit adalah dambaan setiap pengendara. Namun, selain faktor mesin, gaya berkendara Anda adalah penentu utama seberapa jauh motor bisa melahap aspal dengan satu tangki penuh.
Banyak orang mengira bahwa motor matic lebih boros dibanding bebek, atau sebaliknya. Padahal, jika cara berkendaranya salah, motor jenis apa pun bisa “haus” bensin. Berikut adalah 7 cara ampuh yang bisa Anda lakukan untuk membuat motor lebih hemat bensin.
1. Jaga Kecepatan Konstan (Jangan Gas-Gasan)
Kebiasaan menarik gas secara mendadak dan mengerem tiba-tiba adalah pemborosan nomor satu. Untuk mencapai kecepatan tertentu, motor membutuhkan suplai bahan bakar ekstra saat akselerasi.
- Untuk motor matic: Tarik gas secara halus dan bertahap. Biarkan putaran mesin naik perlahan.
- Untuk motor manual (bebek/moge): Lakukan shift (pindah gigi) pada putaran mesin yang tepat. Jangan menahan gigi rendah terlalu lama.
- Rekomendasi: Usahakan berkendara dengan kecepatan konstan di kisaran 40–60 km/jam. Pada kecepatan ini, sebagian besar motor berada pada titik efisiensi bahan bakar tertinggi.
2. Rutin Cek Tekanan Angin Ban
Ban yang kekurangan angin akan memperbesar area gesekan ban dengan aspal (rolling resistance). Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk mendorong motor, sehingga konsumsi bensin melonjak drastis.
- Tips: Periksa tekanan angin ban setidaknya seminggu sekali atau sebelum perjalanan jauh.
- Catatan: Jangan terlalu mengembus angin berlebihan (over inflate) karena bisa mengurangi traksi dan membahayakan keselamatan.
3. Lakukan Perawatan Rutin (Servis)
Mesin yang sehat adalah mesin yang irit. Komponen yang kotor atau aus bisa membuat pembakaran tidak sempurna.
- Oli Mesin: Ganti oli secara teratur sesuai jadwal. Oli yang sudah encer atau kotor akan meningkatkan gesekan internal mesin.
- Filter Udara: Filter udara yang kotor menyumbat aliran oksigen ke mesin. Jika udara tersumbat, komputer mesin (ECU) akan menambah suplai bensin untuk kompensasi.
- Van Belt & Roller (Matic): Komponen CVT yang aus bisa membuat tenaga tidak tersalurkan sempurna, memaksa putaran mesin lebih tinggi.
4. Kurangi Beban Berlebihan
Semakin berat beban yang dibawa motor, semakin besar tenaga yang dibutuhkan. Meskipun motor dirancang untuk boncengan, membawa barang yang tidak perlu seperti box besar yang penuh atau aksesori berat akan memengaruhi efisiensi.
Solusinya, singkirkan barang-barang yang tidak diperlukan dari bagasi. Jika Anda tidak sering bepergian dengan box besar, lepaskan box tersebut karena selain berat, juga menambah hambatan angin (drag).
5. Matikan Mesin jika Berhenti Lebih dari 1 Menit
Banyak pengendara membiarkan mesin menyala saat berhenti lama, misalnya di perlintasan kereta api, menunggu teman, atau parkir sejenak.
- Fakta: Membiarkan mesin menyala di tempat (idling) dalam waktu lama membuang-buang bensin tanpa menghasilkan jarak tempuh.
- Kebiasaan baik: Jika Anda berhenti lebih dari satu menit, matikan mesin. Teknologi Idling Stop pada motor-motor modern memang didesain untuk alasan ini.
6. Hindari “Ngebut” di Jalan Tol atau Lintas Kota
Berkendara dengan kecepatan tinggi di atas 80 km/jam memang mengasyikkan, tapi ini adalah musuh utama efisiensi bahan bakar.
Pada kecepatan tinggi, hambatan angin meningkat secara eksponensial. Motor harus bekerja ekstra keras untuk melawan angin. Selain itu, putaran mesin yang berada di atas titik puncak torsi biasanya akan lebih boros.
7. Gunakan BBM yang Sesuai Kompresi
Mitos yang beredar adalah “bensin mahal pasti lebih hemat”. Padahal, yang terpenting adalah sesuai dengan rasio kompresi motor Anda.
Gunakan BBM beroktan (RON) sesuai rekomendasi pabrikan yang tertera di buku manual. Menggunakan oktan terlalu tinggi pada motor kompresi rendah tidak akan membuat motor lebih irit karena api tidak terbakar sempurna.
Sebaliknya, menggunakan oktan terlalu rendah pada motor kompresi tinggi akan menyebabkan ngelitik (detonasi) yang merusak mesin dan membuat boros.
Pilih Waktu Isi Bensin
Isi bensin di pagi atau sore hari saat suhu udara sedang dingin. Pada suhu dingin, massa jenis bensin lebih padat dibanding saat siang yang panas. Meskipun selisihnya kecil, jika dilakukan konsisten, Anda mendapatkan volume molekul bensin yang lebih banyak per liter dibanding saat membeli di tengah terik matahari.
Mengendarai motor dengan hemat bensin bukan hanya soal mengurangi pengeluaran, tetapi juga tentang memperpanjang umur mesin dan berkendara yang lebih aman. Mulailah dari hal kecil: periksa angin ban, jangan ugal-ugalan, dan rawat motor secara teratur.
Dengan menerapkan tips di atas, Anda bisa menghemat hingga 20-30% konsumsi BBM. Selamat mencoba dan rasakan perbedaannya di dompet Anda. (Redaksi)






