12 Desa Krisis Air Bersih, Status Kekeringan di Cirebon Diperpanjang

Kekeringan Air | Foto: Istimewa

ranjana.id – Cirebon | Kekeringan yang melanda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tercata berdampak pada warga di 12 desa dalam sembilan kecamatan. Perihal ini, BPBD Kabupaten Cirebon terus mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk mandi maupun air minum.

Status penanganan kekeringan di Kabupaten Cirebon saat ini diperpanjang hingga 31 Oktober. Perpanjangan masih berpeluang dilakukan apabila kondisi kekeringan belum menunjukkan perbaikan.

“Salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan paling parah berada di Desa Selangit. Warga di sejumlah wilayah terdampak mengalami kekurangan air bersih sehingga membutuhkan bantuan pasokan air dari pemerintah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cirebon, Panji Anom, saat berbincqng dengan Pro3 RRI, Rabu, 14 Oktober 2026.

BPBD Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 109 ribu liter air bersih telah didistribusikan. Hal itu untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Air kemudian disalurkan ke sejumlah titik penampungan, termasuk tandon dan wadah penampungan air milik masyarakat. Supaya air dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“BPBD masih menghadapi kendala dalam penanganan kekeringan. Terutama terkait ketersediaan sumber air untuk memenuhi kebutuhan distribusi,” katanya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM). Guna menunjang pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak.

BPBD terus berupaya melakukan penanganan dan distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga kondisi kekeringan berangsur membaik. (*)