Wamenkopolkam Pimpin Pemusnahan 4.364 Etomidate Cartridge

Wamenkopolkam RI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Memimpin Pemusnahan Etomidate Cartridge | Foto: Istimewa

ranjana.id – Bandar Lampung | TNI AL melaksanakan pemusnahan barang bukti 4.364 etomidate cartridge liquid vape yang mengandung kokain di Lanal Lampung, Senin 19 Oktober 2026.

Pemusnahan tersebut dipimpin Wamenkopolkam RI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus dan dihadiri Wamendagri 3 Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus, Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Asep Nana Mulyana dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin serta Forkopimda Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus menyoroti beberapa point penting untuk memberantas peredaran narkotika.

Ia meminta aparat penegak hukum untuk terus membongkar kasus peredaran narkotika sampai ke akar-akarnya.

Menurutnya ada 3 langkah strategis yang harus diperkuat bersama.

“Pertama, penindakan yang tegas dan tanpa pandang bulu. Saya minta aparat penegak hukum untuk mengembangkan kasus ini sampai ke akar-akarnya. Bongkar jaringan produsen, distributor hingga bandar besarnya. Tidak ada ruang bagi kompromi, baik mengandung narkotika. Hukumannya harus seberat hukum kejahatan narkotika,” jelasnya.

Ia mengatakan pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku yang berada di lapangan. Aparat penegak hukum perlu menelusuri seluruh jaringan, mulai dari produsen, distributor, hingga pihak yang diduga menjadi bandar besar.

Kedua, penguatan regulasi dan pengawasan terhadap produk serta perangkat vape yang berpotensi disalahgunakan untuk peredaran narkotika.

Lodewijk mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat regulasi tata niaga vape, termasuk liquid dan cartridge yang beredar di masyarakat.

“Langkah ketiga adalah memperkuat pencegahan dan edukasi secara masif, terutama di kalangan anak muda. Pemberantasan narkotika tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga harus disertai upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai bahayanya,” kata dia.

Lodewijk menegaskan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bentuk peringatan bagi negara kesatuan Republik Indonesia.

“Pemusnahan 4.364 barang buki hari ini adalah pesan yang sangat jelas dari negara. Negara hadir, negara tidak akan pernah kalah. Dan negara tidak akan memberikan sejengkalpun ruang bagi peredaran narkotika dengan modus apapun,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dan meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap ancaman narkotika. (*)