Unila Dorong Inovasi Ketahanan Pangan

IR-Talk 2026 | Foto: Unila

ranjana.id – Bandar Lampung | Ketahanan pangan global menghadapi tantangan perubahan iklim, ketegangan geopolitik, krisis ekonomi, dan gangguan rantai pasok dunia. Isu tersebut menjadi pembahasan dalam IR-Talk 2026 yang berkolaborasi dengan program HARVEST Universitas Lampung (Unila) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia.

Ketahanan pangan perlu diperkuat melalui sistem produksi yang adaptif dan pemanfaatan potensi lokal. Keterlibatan masyarakat dalam produksi pangan juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga.

Salah satu contoh penerapan upaya tersebut terlihat pada Komunitas Lumbung Kasih di Desa Bumi Jaya, Lampung Selatan. Praktik pertanian kolektif, partisipasi warga, dan berbagi pengetahuan menjadi bagian dari upaya komunitas dalam memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Project Manager HARVEST Unila, Indra Jaya Wiranata, memaparkan praktik lokal tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan. Menurutnya, strategi adaptasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan setempat.

“Ketahanan pangan perlu dibangun melalui keterlibatan masyarakat, penguatan produksi lokal, dan praktik pertanian yang berkelanjutan,” ujar Indra, dikutip Minggu 18 Oktober 2026.

Penguatan ketahanan pangan juga membutuhkan peran generasi muda dalam menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi dan kewirausahaan di bidang pangan dapat membuka peluang pengembangan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Melalui inisiatif Student Innovation Hubs (SIH), HARVEST Unila merencanakan pengembangan inovasi mahasiswa dengan tema Local Food System mulai Januari 2027. Program ini dirancang melibatkan 15 mahasiswa dan lima perwakilan masyarakat untuk mengembangkan gagasan melalui diskusi kelompok, kunjungan lapangan, pembelajaran bersama pemangku kepentingan, dan lokakarya akhir. (*)