Puluhan Orang Utan di Nyaru Menteng Terserang ISPA Karena Karhutla

Orang Utan | Foto: Pexels

ranjana.id – Palangkaraya | Sebanyak 47 orang utan di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite, menyebut kabut asap karhutla memicu gangguan pernapasan pada satwa tersebut.

“Dari jumlah orang utan yang ada itu, ada 47 yang terkena ISPA. Asap kebakaran masuk ke kawasan rehabilitasi meskipun api belum mencapai area tersebut,” katanya saat berbincang bersama Pro3 RRI, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia mengatakan, kabut asap di Palangka Raya semakin pekat dalam sepekan terakhir. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga mengancam kesehatan orang utan.

“Batuk, bersin, kemudian hidung meler, itu yang terjadi. Tim rehabilitasi kemudian memberikan perawatan kepada orang utan yang menunjukkan gejala tersebut,” ujarnya.

BOS Foundation melakukan sejumlah upaya untuk menjaga kondisi orang utan yang terdampak ISPA. Tim memberikan jus bawang bombai dan obat-obatan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh satwa.

“Yang sudah terkena ISPA beberapa terpaksa kita kasih nebulizer. Tim juga memberikan terapi uap di depan hidung orang utan karena satwa tidak dapat menggunakan masker seperti manusia,” katanya.

Ia menambahkan beberapa orang utan mengalam gejala ISPA yang lebih berat meskipun kondisinya masih dapat dikendalikan. Gejala tersebut meliputi kesulitan bernapas hingga pingsan.

“Kondisi orang utan masih dapat dikendalikan meskipun beberapa sudah menunjukkan gejala lebih berat. Gejalanya mulai dari kesulitan bernapas hingga pingsan” ujarnya.

BOS Foundation juga memasang sprinkler yang menghasilkan kabut air di sekitar kandang dan area bermain orang utan. Alat tersebut membantu menurunkan suhu sekaligus mengurangi tingkat polusi di sekitar satwa.

Sementara itu, orang utan berusia lanjut dan memiliki gangguan pernapasan lebih rentan terdampak kabut asap. Tim rehabilitasi memantau satwa dengan kondisi tersebut untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang lebih berat.

Selain menangani orang utan di pusat rehabilitasi, BOS Foundation juga menjalankan upaya penyelamatan satwa di wilayah terdampak karhutla. Ia menyebut timnya telah menyelamatkan tiga orang utan sejak kebakaran terjadi.

“Kami punya tim yang stand by 24. Masyarakat juga bisa segera menghubungi BOS Foundation atau BKSDA jika menemukan orang utan terdampak kebakaran,” ucapnya. (*)