Pantai Boom Kalianda : Mandi Air Panas Di Pinggir Pantai

Pantai Boom Di Kalianda Dengan Sensasi Mandi Air Panas Di Pinggir Laut (foto : ranjana.id)

Lampung Selatan, ranjana.id Pantai Boom (wisata alam way panas) merupakan pemandian air panas laut yang berada di Kelurahan Kalianda Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Tempat wisata ini berjarak tidak jauh dari pusat Kota Kalianda, hanya sekitar kurang lebih 2 kilometer.

Pantai Boom sudah tak asing lagi bagi warga Lampung dan cukup familiar bagi warga Lampung Selatan. Di pantai ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan dan suasana pantai sekaligus merasakan mandi dan berenang di mata air panas yang ada disepanjang Pantai Boom.

Pantai Boom Kalianda, memiliki peran penting dalam membangkitkan kembali perekonomian terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya di sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat lebih berdaya dan maju.

Narendra, salah seorang pengunjung, mengatakan, dirinya rutin mengunjungi Pantai Boom untuk mandi air panas tiga kali dalam seminggu.

“Tiga kali seminggu, kadang pagi hari, kadang pada sore hari, untuk pengobatan kakinya yang terasa nyeri-nyeri”, kata Narendra pada Kamis (20/2/2025) tadi.

“Dengan mandi di air panas ini secara rutin alhamdulillah sakit yang saya rasakaan berangsur membaik, air panas yang ada di bibir pantai ini sangat baik untuk terapi pengobatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa wisata air panas ini tidak di pungut biaya, kita hanya membayar parkir Rp.2000 rupiah. Selain itu jika menggunakan fasilitas kamar mandi dikenakan tarif Rp. 2.000.

“Dengan membayar biaya parkir Rp.2000 kita sudah bisa mandi terapi untuk kesembuhan penyakit kita,” Tambahnya.

Tempat wisata ini dikelola oleh kelompok masyarakat yang dibentuk berdasarkan surat keputusan Kelurahan Kalianda dengan nomor surat 460/009/VIII.03.02/I/2023 tentang Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Wisata Pemandian Air Panas Laut.

Lena, salah seorang Pedagang mengatakan dalam jika penglolaan wisata ini, kelompok wisata hanya memberikan tarif pada parkir dan kamar mandi saja.

“Iya, pengelola tidak mengambil biaya, hanya mengambil biaya parkir, itu pun dananya digunakan untuk membangun tangga agar masyarakat yang hendak mandi mudah untuk turun kebawah. Dan sebagian digunakan untuk pembuatan tempat salin bagi yang selesai mandi semuanya hanya diminta Rp.2000 rupiah,” jelas Lena. (Redaksi)