ranjana.id – Bandar Lampung | 15.000 orang petani dan masyarakat adat di Sumatera yang tergabung dalam Koalisi Nasional ReformaAgraria (KNARA), melakukan long march menuju Istana Negara di Jakarta.
Dengan aksi long march tersebut, mereka mendesak Pemerintah untuk segera melakukan reforma agraria, penyelesaian konflik agraria, pelaksanaan pasal 33 UUD 1945, serta pembentukan Badan Nasional Reforma Agraria (BNRA) yang langsung di bawah perintah Presiden sebagai bentuk negara hadir dalam kedaulatan agraria.
Koordinator KNARA Wilayah Lampung, Dede Sulaiman, menjelaskan, ribuan petani dan masyarakat adat tersebut berangkat jalan kaki dari Medan, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung.
“Masyarakat adat yang tanah-tanah umbul dan ulayat adatnya berada dalam konflik kawasan hutan dan non kawasan hutan akan turun membersamai KNARA memperjuangkan dan menuntut penyelesaian konflik-kinflik agraria secara berkeadilan”, ungkap Dede kepada ranjana.id (30/1/2026).
Ia menambahkan, 5.000 orang tokoh adat dan masyarakat adat dari Way Kanan, register 42, 44, dan 46, akan bergabung bersama tokoh adat dan masyarakat adat dari Tulang Bawang, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.
“Kami di Lampung akan menyambut 15.000 orang petani dan masyarakat adat dari dari Medan, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan yang long march dengan berjalan kaki. Akan berangkat 8 Februari 2026 mendatang, dari Lampung menuju Istana Negara di Jakarta.” jelas Dede Sulaiman yang juga Sekretaris Partai Prima Lampung.
“KNARA Lampung sendiri akan membawa persoalan konflik agraria yang ada di Lampung untuk segera diselesaikan. Banyak tanah-tanah umbulan dan tanah adat yang bermasalah dan berkonflik baik dengan kawasan hutan maupun dengan perusahaan swasta pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan kaum “serakahnomics” lainnya.” pungkasnya. (Redaksi)






