Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan SPPG Polri di Pondok Buntet Pesantren

Kapolda Jabar bersama Forkopimda Kabupaten Cirebon dan Pj Ketua YLPI Buntet Pesantren Saat Melakukan Peresmian Pembangunan Dapur SPPG (Foto : teraswarga.id)

ranjana.id – Cirebon | Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan, meresmikan pembangunan dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Buntet Pesantren.

Dua dapur SPPG ini, diresmikan pembangunannya, bersama dengan 26 SPPG Polri lainnya, yang dibangun disejumlah wilayah di seluruh Provinsi Jawa Barat.

“Total ada 26 SPPG Polri di Jawa Barat, yang hari ini melakukan groundbreaking. Dua diantarnya di Pondok Buntet Pesantren,” ujar Rudi, Senin 29 Desember 2025.

Rudi menuturkan, di Jawa Barat sendiri, Polri memiliki sebanyak 60 SPPG yang tersebar disejumlah wilayah. 22 SPPG diantaranya sudah beroperasi dan 26 dilakukan grounbreaking hari ini.

“Sedang sisanya dalam persiapan tahap operasional,” kata Rudi, Senin 29 Desember 2025.

Rudi mengatakan, dua SPPG yang dibangun di Pondok Buntet Pesantren ini, nantinya akan melayani sebanyak 4.000 siswa yang berada di lingkungan YLPI Pondok Buntet Pesantren.

Pembangunan SPPG di Pondok Buntet Pesantren ini juga, merupakan salah satu arahan dari Kapolri, saat melakukan kunjungan ke Buntet beberapa waktu lalu.

“Semoga Bulan Februari nanti, dua SPPG ini sudah mulai bisa beroperasi,” ujar Rudi.

KH. Aris Ni’matullah, Pj Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Buntet Pesantren mengatakan, bahwa bahwa proses pembangunan gedung SPPG ini akan membutuhkan waktu selama 45 hari.

SPPG ini nantinya akan mendistribusikan makanan bergizi, untuk sejumlah sekolah yang ada di Pondok Buntet Pesantren, mulai dari TK hingga Madrasah Aliyah.

Jika sebelumnya setiap dapur SPPG akan mendistribusikan kepada 2.500 siswa, namun sesuai dengan aturan yang baru, satu dapur SPPG hanya mendistribusikan kepada 2.000 siswa saja.

” Sehingga nantinya, makanan bergizi yang akan dihasilkan dari SPPG ini, akan diberikan untuk 4.000 siswa mulai dari tingkat TK hingga madrasah aliyah,” kata Aris. (*)