Festival Krakatau 2026 Akan Diramaikan Karnaval dan Krakatau Run

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah Foto: Pemprov Lampung

ranjana.id – Bandar Lampung | Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 kembali hadir dengan rangkaian kegiatan seni, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif yang lebih beragam. Event unggulan Provinsi Lampung ini akan berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung. Festival Krakatau juga kembali menjadi bagian dari Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menyebut tema “Nengah Nyappur” dipilih untuk menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Lampung. Tema tersebut mencerminkan budaya gotong royong dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman.

“Dengan adanya Festival Krakatau ini, maka kita berharap roda perekonomian tentunya akan berjalan di Provinsi Lampung,” kata Tony, Rabu 29 Juli 2026.

Rangkaian acara dimulai dengan penyisihan Lomba Solo Song pada 25 Agustus, dilanjutkan Modern Dance, Festival Band, Seruit Battle, Mengan Balak, Lomba Mewarnai, Fashion Show Anak, serta Coffee Expo. Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan sekaligus memberi ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Puncak kemeriahan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, melalui Krakatau Run kategori 5K, 10K, dan Virtual Run, disusul grand final berbagai perlombaan serta Opening Ceremony Festival Krakatau. Penutupan festival sehari kemudian akan diramaikan Lampung Tapis Karnaval yang ditargetkan diikuti sekitar 6.000 peserta dari 15 kabupaten/kota, pelajar, mahasiswa, BUMN, BUMD, OPD, hingga paguyuban budaya.

Festival Krakatau tahun ini juga diperkuat dengan sejumlah agenda kolaborasi di berbagai daerah, seperti Harbour Fest di Menara Siger, Kejurda Aquathlon di Pantai Cakra Pesawaran, dan Fun Run di Teluk Kiluan. Pemerintah Provinsi Lampung berharap festival ini mampu memperkenalkan kekayaan budaya Lampung ke tingkat nasional dan internasional sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata budaya yang kompetitif. (*)