Pringsewu Siapkan Ribuan Titik Lampu Jalan

Kick-Off Meeting Penyiapan KPBU APJ Pringsewu | Foto: Dokpim Pringsewu

ranjana.id – Pringsewu | 6.098 titik penerangan jalan masuk dalam rancangan kebutuhan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) Kabupaten Pringsewu. Program ini disiapkan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan, mendukung keselamatan pengguna jalan, serta menunjang aktivitas masyarakat, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Meski jumlah kebutuhan telah dirancang, lokasi dan sebaran akhir titik lampu belum ditetapkan secara final. Pemerintah Kabupaten Pringsewu masih akan membahasnya bersama para pemangku kepentingan dengan mempertimbangkan kebutuhan lapangan, aspek teknis, pemerataan pelayanan, serta aspirasi legislatif dan masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat membuka kick-off meetingpenyiapan proyek KPBU APJ di Kantor Bupati Pringsewu, Kamis (22/10/2026).

Menurut Riyanto, skema KPBU menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan kemampuan APBD. Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan pelayanan publik dengan pembagian peran dan risiko yang direncanakan secara cermat antara pemerintah dan badan usaha.

Berdasarkan rancangan kebutuhan yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, penanganan penerangan jalan dibagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, pembangunan penerangan menggunakan tiang baru sebanyak 1.305 titik. Rencana sebarannya meliputi ruas jalan nasional dan provinsi, sejumlah ruas jalan kabupaten, serta jalan prioritas di lingkungan kompleks perkantoran Pemkab Pringsewu.

Kedua, pemasangan lampu, komponen kelistrikan, dan stang baru melalui skema retrofit pada tiang eksisting milik PLN sebanyak 3.245 titik.

Ketiga, penggantian lampu jenis HPS menjadi LED pada penerangan jalan yang sudah ada sebanyak 1.548 titik, yang direncanakan tersebar di jalan kabupaten dan jalan lingkungan.

Dengan tiga skema tersebut, total kebutuhan penanganan dalam rancangan awal mencapai 6.098 titik. Angka ini masih menjadi bagian dari proses penyiapan proyek, sehingga belum dapat diartikan sebagai jumlah titik yang sudah ditetapkan untuk pelaksanaan akhir.

Riyanto menegaskan, penentuan titik lampu perlu dikaji lebih lanjut agar penggunaan tiang baru maupun tiang yang sudah tersedia dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Masukan dari masyarakat dan perangkat daerah juga dinilai penting agar penempatan penerangan benar-benar sesuai kebutuhan serta prioritas pembangunan. Pemerintah daerah turut mempertimbangkan penggunaan teknologi LED yang lebih hemat energi untuk mendukung kualitas pencahayaan dan efisiensi biaya operasional.

“Setiap keputusan akan dikaji cermat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Riyanto.

Ia berharap penyiapan proyek dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Penyiapan proyek KPBU APJ tersebut juga melibatkan dukungan pemerintah pusat dan lembaga terkait pembiayaan infrastruktur.

Pertemuan dihadiri Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan Heri Setiawan, Deputi Direktur Bidang I PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Tanti Hidayati, Sekretaris Daerah Pringsewu M. Andi Purwanto, serta jajaran pemerintah daerah dan DPRD.

Tahapan penyiapan akan memperhatikan ketentuan perundang-undangan, aspek teknis, tata ruang, keselamatan, lingkungan, dan kelayakan pembiayaan. Pemkab Pringsewu berharap proses tersebut menghasilkan sistem penerangan jalan yang berkualitas, efisien, dan berkelanjutan. (*)