SPI Dorong Petani Pilih Tanaman Hemat Air

Serikat Petani Indoneia (SPI) | Foto: SPI

ranjana.id – Jakarta | Serikat Petani Indonesia (SPI) mendorong petani menyesuaikan jenis tanaman dengan ketersediaan air selama musim kemarau. Langkah ini diharapkan dapat menjaga produksi pertanian dan menekan risiko gagal panen.

Kepala Departemen Agroekologi dan Kawasan Daulat Pangan SPI, Kusnan, mengatakan petani perlu menggunakan benih padi berumur pendek atau tahan kekeringan. Strategi tersebut dapat membantu petani menghadapi keterbatasan pasokan air.

“Ya, untuk ke depan sebagai mitigasinya harus ada benih padi yang umurnya pendek. Atau padi yang tahan terhadap kekeringan,” ujar Kusnan, Kamis, 22 Oktober 2026.

Selain menanam padi, petani dapat memilih varietas tanaman lain apabila ketersediaan air tidak mencukupi. Alternatifnya meliputi jagung, kedelai, kacang hijau, dan sejumlah tanaman buah.

“Kalau tanaman cukup air ya kita tanami padi dengan irigasi teknis pompa itu. Kalau tidak, apakah tercukupi pada ketersediaan air, kita tanami selain padi,” katanya.

Petani juga dapat memanfaatkan sumur pompa untuk mengairi lahan setelah panen. Menurut Kusnan, langkah tersebut menjadi alternatif ketika embung, waduk, atau sungai tidak lagi menyediakan cukup air.

SPI turut mendorong penggunaan benih lokal yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Organisasi tersebut menyebut memiliki dua varietas, yakni SPI 20 dan SPI 21, dengan karakteristik ketahanan berbeda.

“Kemudian masalah benih, SPI juga menyarankan menanam benih-benih lokal yang adaptif terhadap musim hujan atau cekaman, dan kemarau. Kita sudah punya dua varietas itu, SPI 20 dan SPI 21,” ujar Kusnan.

Ia menjelaskan, SPI 20 ditujukan untuk menghadapi kekeringan, sedangkan SPI 21 memiliki ketahanan terhadap cekaman air. Informasi mengenai karakteristik kedua varietas tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam pemilihan benih sesuai kondisi lahan.

Selain varietas tanaman, Kusnan menilai penyesuaian strategi tanam perlu mempertimbangkan jenis irigasi. Lahan dengan irigasi teknis dinilai lebih memungkinkan untuk dikelola dibandingkan lahan yang hanya mengandalkan hujan.

Sementara itu, petani kecil masih membutuhkan dukungan sarana pengairan untuk menjalankan strategi tersebut. Kusnan berharap ketersediaan air dan akses terhadap fasilitas pompa dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan.

Melalui pemilihan benih, penyesuaian jenis tanaman, dan pemanfaatan sumber air alternatif, SPI mendorong petani mempersiapkan musim tanam berikutnya. Upaya tersebut diharapkan membantu petani mengurangi risiko gagal panen akibat keterbatasan air. (*)