Waspada, Ini Bahaya Cat Bertimbal Yang Wajib Diketahui

ranjana.id | Cat yang digunakan pada dinding rumah dan sekolah dapat mengandung timbal yang berbahaya bagi kesehatan. Paparan timbal menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap perkembangan anak.

Cat berbahan timbal sering digunakan untuk mempercepat pengeringan, mencegah karat, atau mengurangi biaya produksi. Meskipun beberapa negara telah melarang penggunaannya sejak empat dekade lalu, cat ini masih mudah ditemukan di Indonesia.

Melansir dari Nexus3 Foundation, riset menemukan sebagian besar kaleng cat di kota besar mengandung konsentrasi timbal yang berlebihan. Bahkan 39 persen dari seluruh sampel tercatat memiliki kadar timbal melebihi 10.000 ppm, dari batas aman 90 ppm.

Melansir dari World Bank, survei rumah tangga representatif nasional pada akhir 2023 memperkuat gambaran suram tersebut. Sebanyak 44,8 persen dari sekitar tiga ribu rumah tangga tinggal di rumah dengan cat interior yang mengandung timbal.

Masih melansir dari World Bank, kelompok paling rentan terhadap paparan ini justru adalah anak-anak. Sekitar 46 persen anak balita tinggal di rumah dengan cat yang mengandung timbal.

Paparan timbal pada usia dini berpotensi mengganggu perkembangan sistem saraf dan kemampuan kognitif anak. Hal ini dapat menurunkan kecerdasan anak sepanjang hidupnya tanpa bisa dipulihkan.

Paparan cat bertimbal juga lebih banyak ditemukan pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Melansir dari World Bank, masyarakat berpendapatan terendah memiliki prevalensi cat timbal dua kali lebih tinggi dibandingkan kelompok terkaya.

Industri cat Indonesia sesungguhnya sudah memiliki kemampuan teknologi untuk memproduksi cat tanpa tambahan timbal sejak beberapa tahun terakhir. Melansir Nexus3 Foundation, perusahaan besar yang menguasai 65 hingga 75 persen pangsa pasar masih menggunakan timbal.

Label kemasan cat juga belum selalu memberikan informasi mengenai kandungan timbal. Bahkan, beberapa merek cat yang menyantumkan ‘tanpa timbal’ ternyata masih mengandung timbal yang cukup tinggi. (Redaksi)