ranjana.id – Texas | NASA menyiapkan instrumen dan dukungan teknologi untuk misi Martian Moons eXploration (MMX) yang dipimpin Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA). Mengutip NASA, Sabtu, 10 Oktober2026, misi ini bertujuan mengeksplorasi dua bulan Mars, Phobos dan Deimos.
Misi MMX dijadwalkan meluncur dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, pada 20 Oktober 2026 waktu setempat. Peluncuran tersebut berlangsung pada 19 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat.
Dukungan NASA mencakup instrumen sains, teknologi pengambilan sampel, serta komunikasi dan navigasi wahana. Badan antariksa tersebut akan menggelar pengarahan media pada 15 Oktober 2026.
Tujuannya untuk menjelaskan kontribusinya dalam misi eksplorasi dua bulan Mars, Phobos dan Deimos. NASA mendukung misi MMX melalui instrumen MEGANE untuk mengukur sinar gamma dan neutron, serta mekanisme pengambilan sampel permukaan.
Pihaknya turut menyediakan dukungan komunikasi dan navigasi wahana melalui jaringan Deep Space Network. Instrumen MEGANE dikembangkan Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins.
Sedangkan, mekanisme pengambilan sampel pneumatik dikembangkan Honeybee Robotics, perusahaan di bawah Blue Origin. NASA juga mendanai ilmuwan Amerika Serikat yang terlibat dalam tim sains misi MMX.
Pesawat antariksa MMX diperkirakan tiba di Mars pada Agustus 2027 untuk mempelajari kedua bulan tersebut. Setelah melakukan survei terperinci terhadap Phobos, wahana akan mengambil sampel permukaannya paling cepat pada Desember 2028.
Sampel tersebut dijadwalkan dibawa kembali ke Bumi pada 2031. Misi ini diharapkan membantu para ilmuwan memahami karakteristik Phobos dan Deimos. (*)






